Jumat, 22 April 2011

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

II. KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

1.PENGERTIAN KOMUNIKASI
Komunikasi adalah, proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Dalam penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang terlibat yaitu :
1. Komunikator : Orang atau kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan
2. Komunikan : orang atau kelompok orang yang menerima pesan.
Dalam berkomunikasi keberhasilan komunikator atau komunikan sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu :
1. Cakap
2. Pengetahuan
3. Sikap
4. Sistem Sosial
5. Kondisi lahiriah

Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah, proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Dalam penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang terlibat yaitu :
1. Komunikator : Orang atau kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan
2. Komunikan : orang atau kelompok orang yang menerima pesan.
Dalam berkomunikasi keberhasilan komunikator atau komunikan sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu :
1. Cakap
2. Pengetahuan
3. Sikap
4. Sistem Sosial
5. Kondisi lahiriah

2. BAGAIMANA MENYALURKAN IDE MELALUI KOMUNIKASI 
I.   IDE (gagasan) => Si gender
II.   PERUMUSAN 
Dalam perumusan, disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata. 
III.PENYALURAN (transmitting) 
Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat dsb. 
IV.TINDAKAN 
Dalam tindakan ini sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan. 
V. PENGERTIAN 
Dalam pengertian ini disini kata-kata si sender yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si receiver. 
VI.         PENERIMAAN 
Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita). Dalam membina kerja sama dalam kelompok inilah yang nantinya digunakan dalam rangka membina koordinasi organisasi kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah dan tujuan organisasi. 
Agar tercapai koordinasi dalam kerjasama pada organisasi itu sangat penting dilaksanakannya komunikasi yang setepat-tepatnya dan seefektif mungkin sehingga koordinasi dan kerjasama benar-benar dapat dilaksanakan setepat-tepatnya juga. 
Suatu keputusan adalah rasional secara sengaja bila penyesuaian-penyesuaian sarana terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh individu atau organisasi, dan suatu keputusan adalah rasional secara organisasional bila keputusan diarahkan ke tujuan-tujuan individual. 
Pengambilan keputusan juga sangat memerlukan komunikasi yang setepat-tepatnya, karena dalam akhir dari pengambilan keputusan tersebut hendaknya juga merupakan pencerminan dari adanya koordinasi dan kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan atau lingkungan organisasi.

3. HAMBATAN KOMUNIKASI
Seperti yang sudah di contohkan, kommunikasi tidak selalu berjalan lancar. Ada faktor-faktor yang membuat komunikasi menjadi bermasalah. Faktor-faktor tersebut di namakan hambatan-hambatan komunikasi, hambatan komunikasilah yang membuat pihak menjadi berseteru.


berikut ini merupakan hambtan-hambatan komunikasi:
1. perbedaan persepsi
setiap orang memiliki kemampuan yang tidak sama dalam hal mengartikan sebuah pesan atau ungkapan.
2. budaya 
perbedaan budaya juga menjadi salah satu penghambat dalam komunikasi, terlebih bila masing2 pihak tidak mengerti bahasa yang di pergunakan.
3. karakter dasar
4. kondisi.

Sabtu, 26 Maret 2011

ORGANISASI

 1. Tipe dan Bentuk Organisasi
Macam-macam Organisasi.
Ada berbagai macam organisasi, tergantung dari segi memandangnya. Macam organisasi dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu dari jumlah puncak pimpinan, segi keresmian, segi tujuan, segi luas wilayah, segi sosial, dan segi bentuk.

Macam-macam organisasi dari segi tujuan yang hendak dicapai dibedakan menjadi organisasi niaga / ekonomi dan organisasi sosial / organisasi kemasyarakatan. Sedangkan organisasi regional & internasional adalah macam organisasi menurut luas wilayah.

 •Tipe & Bentuk Organisasi

Tipe Organisasi
1. Piramida mendatar (flat)‏
ciri-ciri :
a. Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan sedikit
b. Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
c. Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil.

Tipe Organisasi
1. Piramida terbalik Organisasi piramida terbalik salah satu unit dari tipe piramida terbalik ialah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi -organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/lembaga-lembaga penelitian, lembaga - lembaga pendidikan.

Tipe Organisasi
1. Tipe Kerucut
ciri-ciri organisasi dari tipe kerucut :
a. Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
b. Rentang kendali sempit.
c. Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/pimpinan yang bawah/rendah.
d. Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
e. Jumlah informasi jabatan cukup besar.

Bentuk Organisasi
• memandang organisasi dari segi tata hubungan, wewenang dan tanggung jawab yang ada oleh organisasi

Bentuk-bentuk organisasi :
1. Bentuk Organisasi Staff
2. Bentuk Organisasi Lini
3. Bentuk Organisasi Fungsional
4. Bentuk Organisasi Fungsional & Lini
5. Bentuk Organisasi Fungsional & Staff
6. Bentuk Organisasi Lini &Staff

• Pengertian bentuk organisasi sering disamakan dengan tipe organisasi, padahal keduanya berbeda. Menurut tipenya organisasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi dengan tipe piramid dan organisasi dengan tipe kerucut. Bentuk organisasi memandan dari segi tata hubungan , wewenang (authority) , dan tanggung jawab (Responsbility), yang ada dalam suatu organisasi.
 
STRUKTUR DAN SKEMA ORGANISASI
Struktur atau Skema Organisasi

Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan ,sedangkan disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling tergantung,yang apabila setiap bagian dapat dikeloladengan baik maka organisasi tersebutpun akan ikut membaik.sedangkan

Pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada.hal ini akan sangat mempengaruhi dalam kelancaran atau kesejahteraan organisasi
tersebut,lingkunan adalah faktor yang sangat mempengaruhi.tentu dalam tujuan sebuah organisasi yang baik tidak akan mengorbankan lingkungan sekitar demi kepentingan organisasinya semata.
Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :

1. Bentuk Vertikal
2. Bentuk Mendatar / horizontal
3. Bentuk Lingkaran / circular
4. Bentuk Setengah lingkaran / semi Sircular
5. Bentuk Elliptical
6. Bentuk Piramida terbalik (Invented Piramid)
Bagan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi.
1. Bagan mendatar ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.

2. Bagan Lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.


3. Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.
4. Bagan Elips ialah bentuk bagan satuan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat Elips kea rah bidang elips
Setiap bentuk bagan organisasi yang ada menggambarkannya dapat dibalik, kecuali bagan lingkaran, bagan elips dan bagan sinar. Bagan pyramid dapat disusun dari bawah kea rah atas, bagan mendatar dapat disusun dari kanan kea rah kiri, bagan menegak (Vertikal) dapat disusun dari bawah ke atas, bagan setengah lingkaran dapat di susun dari pusat lingkaran ke arah bidang atas lingkaran, bagan setengah elips dapat disusun dari pusat elip kea rah bidang atas elip. Dalam bagan lingkaran, bagan elip dapat pula digambar satuan organisasi atau pejabat yang lebih rendah kedudukannya terletak di atas, tetapi ini semua tidak mengubah jenjang ataupun kedudukan yang sesungguhnya.
Hal ini dikemukakan pula oleh Keith Davis sebagai berikut ;
“Perubahan-perubahan penggambaran bagan kadang-kadang diterima untuk menggalakan pertalian kedudukan atasan bawahan dari kebiasaan bagan-bagan organisasi, tetapi perubahan-perubahan ini tidak mengubah keadaan kedudukan yang sebenarnya. Termasuk di dalamnya perubahan-perubahan bagan mendatar, lingkaran, setengah lingkaran, elips dan piramida terbalik.” 
 
 
 2. Bentuk Oeganisasi Perusahaan
 
 

Rabu, 23 Februari 2011

ORGANISASI DAN METODE

1. PENGERTIAN

Organisasi dana metode secara penulisan ada dua kata yang berbeda, dan memiliki arti yang luas
Istilah organisasi dapat diartikan :
Wadah : sekelompok manusia untuk saling bekerjasama
Proses : pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien
Pengertian organisasi :
  • Organisasi menurut Stoner
adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
  • Organisasi menurut James D. Mooney
adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Organisasi Menurut Chester I. Bernard
merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Istilah metode :
Berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.

2. MANAJEMEN DAN ORGANISASI

Menjelaskan teori manajemen dan semua aktivitas manajerial beserta perkembangannya * Menyebutkan tokoh-tokoh yang berperan dalam perkembangan teori manajemen
* Menunjukkan perbedaan beberapa teori manajemen
* Menunjukkan sumbangan dan keterbatasan dari masing-masing teori manajemen
Pendahuluan
* Manusia adalah makhluk sosial, sehingga ada kecenderungan untuk berinteraksi& bekerjasama.
* Manusia pasti menjadi anggota suatu organisasi, baik formal maupun informal.
* Setiap organisasi pasti mempunyai tujuan yanghendak dicapai.
* Untuk mencapai tujuan, organisasi dipengaruhi, langsung/tidak langsung, oleh berbagai kekuatan oleh berbagai kekuatan diluar/didalam organisasi.
* Kekuatan eksternal yang mempunyai pengaruh kuat diantaranya :secara tidak langsung, diantaranya : – “Product life cycleProduct life cycle” semakin pendek” Teknologi baru menggantikan metoda operasi yang ada. – Peranan organisasi dalam dunia  eranan organisasi dalam dunia :
* Pemberi kontribusi terbesar pada standar hidup manusia.
* Memberikan dampak, baik atau buruk, untuk masa mendatang.
* Membantu menghubungkan manusia dengan masa lalunya.
* Prestasi organisasi adalah ukuran yg menyatakan bahwa sejauh mana organisasi itu berfungsi,sesuai dengan tujuan organisasi tersebut.
* Pimpinan organisasi disebut manajer, yang bertanggung jawab atas keberhasilan organisasi mencapai tujuan.
* “Manajemen, berasal dari kata “ to manage”, yang artinya mengelola.
* Manajer harus mampu bekerja secara efisien dan efektif —–>prestasi manajerial. – Efisiensi kemampuan untuk menggunakan sedikit mungkin sumberdaya untuk mencapai tujuan, atau melakukan sesuatu dengan tepat (doing things right) – Efektivitas kemampuan untuk menentukan tujuan yang tepat, atau melakukan sesuatu yang tepat (doing the right thing)
Sebuah proses untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan fungsi-fungsi manajemen seperti merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading) dan mengendalikan (controlling)
seni untuk mencapai sasaran melalui orang lain(menurut Mary Parker Follett)
suatu ilmu(menurut Luther Gullick)
Peran Manajer (H. Mintzberg)(H. Mintzberg) Peran Antar Pribadi : Interpersonal roles / Peran antar pribadi Figurehead / Sebagai symbol / tokoh Leader / sebagai pemimpin Liaison / Sebagai penghubung Informational roles / Peran dalam informasi Monitor / memantau Disseminator / membagi / menyebar Spokesperson / Juru bicara Decisional roles / Peran pengambil keputusan Enterpreneur / Pengambil inisiatif Disturbance handler / Menangan masalah Resource allocator / Mengalokasikan sumber daya Negotiator / Melakukan negosiasi/perundingan
Jenis Manajer Berdasarkan posisi pada organisasi
Manajer Puncak (Top Managers)
Manajer Menengah (Middle Managers)
Manajer Garis Pertama (First Line Managers)
Berdasarkan ruang lingkup kegiatan yang dikelola
1.Manajer Fungsional (Functional Managers) membawahi/bertanggungjawab hanya satu bidang fungsional Manajer Umum
2.(General Managers) membawahi unit yang kompleks dan bertanggungjawab atas semua kegiatan dari unit tersebut Ketrampilan
3.Manajer Ketrampilan Teknis (Technical Skills) kemampuan menggunakan alat, termasuk alat bantu (toolstools),menerapkan prosedur operasional standar dan pengetahuan teknik khusus Ketrampilan Manusiawi (Human Skills) kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain dan memotivasi orang lain baik sebagai individu maupun kelompok Ketrampilan Konsepsual (Conceptual Skills) kemampuan untuk mengkoordinasi dan memadukan berbagai kepentingan dan kegiatan didalam organisasi
Untuk mengelola Manajemen Modern diperlukan : – Visi – Nilai dan etika – Kepekaan dalam menghadapi keanekaragaman budaya Ketiga kebutuhan tersebut dipicu oleh :
- Perkembangan teknologi yang cepat, terutama teknologi komunikasi dan transportasi
- Globalisasi
Evolusi Teori Manajemen
3 aliran dalam teori manajemen :
Aliran Klasik (Classical School) mempunyai 2 cabang :
- Manajemen Ilmiah (ScientIfic Management School)
- Teori Organisasi Ilmiah (Classical Organizational Theory School) Aliran Perilaku (Behavioral School)
Aliran Ilmu Manajemen (Management Science) Pendekatan yang berusaha mengintegrasi ke 3 aliran :
- Pendekatan Sistem (System Approach)
- Pendekatan Kontingensi (The Contingency ApproachThe)
- Pendekatan Keterlibatan Dinamis (Dynamic Engagement Approach)

3. MANAJEMEN DAN TATA KERJA

Tata Kerja atau metode adalah satu cara bagaimana sumber-sumber dan waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat pula. Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis. Beberapa fungsi Tata Kerja adalah:
- Menghindari terjadinya pemborosan waktu yang tersedia
- Menghindari hambatan dalam proses pencapaian tujuan
- Menjamin adanya pembagian waktu kerja dan koordinasi yang tepat.
Manajemen menjelaskan bahwa harus ada proses kegiatan dan penggunaan sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan. Kemudian tata Kerja menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilakukan sesuai dengan sumber daya yang tersedia.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa organisasi, manajemen, dan tata kerja berkaitan satu sama lain. Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia. Untuk melaksanakannya diperlukan organisasi sebagai wadah atau alat untuk mencapai tujuan tersebut. Kemudian untuk mengetahui bagaimana kegiatan kerja sama tersebut sebaiknya dilakukan, dibutuhkan Tata Kerja atau metode untuk mencapainya dengan efisien dan tepat.

4. HUBUNGAN MANAJEMEN,ORGANISASI DAN TATA KERJA

Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adal sebagai   berikut :
a.    Manajemen  proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manus
b.    Organisasi                  : alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokk
kerja sama
c.      Tata Kerja                 : pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut ham
dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien

Jumat, 14 Januari 2011

manajemen konvensional

PENDAHULUAN

Perkembangan usaha semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Perkembangan usaha tersebut dapat dilihat dengan banyaknya berdiri perusahaan-perusahaan baru yang memiliki kualitas produk yang baik dan juga disenangi oleh masyarakat. Pada awalnya perusahaan menganggap bahwa keuntungan yang maksimum merupakan tujuan utama berdirinya perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan akan melakukan segala sesuatu untuk mendapatkan keuntungan.

Keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan tentunya tidak hanya merupakan hasil pekerjaan oleh satu orang saja, tetapi merupakan hasil karya dari banyak orang yang berusaha untuk membuat produk-produk yang dapat disenangi oleh konsumen. Produk yang disenangi oleh konsumen adalah produk yang memiliki mutu yang baik, kemasan yang menarik, dan juga harga yang relatif dapat terjangkau. Hal ini berarti perusahaan harus bekerja bersama-sama agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas.

Untuk dapat membuat produk yang memiliki mutu yang baik, perusahaan bergantung pada kemampuan manajemen dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yaitu, perencanaan, pengorganisasian, mengarahkan dan memecahkan masalah. Salah satunya adalah Sistem Manajemen Tradisional

Manajemen Tradisional adalah manajer dalam menyelesaikan suatu masalah memecahkannya berdasarkan tindakan – tindakan yang diambilnya dimasa lalu,dengan kata lain didasarkan pada tradisi atau mengikuti tradisi yang sudah berjalan sebelumnya. Manajemen tradisional menggunakan functional-based sesuai ajaran dari Adam Smith yaitu division of labour,dimana cocok untuk lingkungan yang padat tenaga kerja.


























Masalah

bagaimana organisasi membagi sejumlah pekerjaan
terhadap tenaga kerja yang ada dalam organisasi.setiap organisasi terdapat adanya tingkatan, karyawan menurut fungsinya atau pekerjaan yang khusus dalam organisasi.
jalinan hubungan dan peranan dalam organisasi.pada organisasi yang tinggi strukturnya menghendaki,banyak saluran komunikasi dalam melakukan pengawasan. pada
organisasi yang strukturnya mendatar tidak banyak diperlukan saluran
komunikasi.
dan tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja.
manajer mengalami kesulitan-kesulitan dan frustasi karena karyawan tidak selalu
mengikuti pola-pola prilaku yang rasional.

























Problem solving

organisasi tradisional yang dikelola sangat bergantung pada aturan dan peraturan dimana karyawan melakukan apa yang mereka diperintahkan untuk melakukan dengan deviasi tidak diperbolehkan. Setiap penyimpangan dari peraturan tertulis - bahkan untuk kepentingan organisasi - dianggap sebagai dosa yang pantas hukuman berat. Dalam jenis ini budaya, orang bekerja untuk melayani peraturan ketimbang untuk mencapai tujuan organisasi. Pada gilirannya, kreativitas dan kemampuan mereka untuk meningkatkan pekerjaan mereka ditekan. Konsekuensi pada organisasi dan di masyarakat itu sendiri, seperti disebutkan sebelumnya, adalah menghancurkan. Hasilnya adalah bahwa organisasi publik yang serius menderita dari array tertahankan masalah, yang sebagian besar merupakan hasil dari mengikuti manajemen tradisional. Jika organisasi publik untuk bertahan hidup abad berikutnya, masalah yang dibahas sebelumnya harus ditangani dan diselesaikan secara terbuka. Jika tidak, organisasi publik akan menemukan diri mereka pecah dan tidak mampu memenuhi harapan warga. 

Organisasi yang telah ditransfer dari manajemen tradisional, di sisi lain, telah mencapai hasil yang signifikan. Bagian sebelumnya menunjukkan bahwa manfaat besar ketika berhasil diimplementasikan dan dapat diperoleh, yang sebagian besar solusi untuk masalah sektor publik. Namun, koneksi antara masalah manajemen tradisional menghasilkan dan manfaat TQM janji hilang. manajer publik perlu terbuka mengatasi masalah organisasi mereka hadapi dan menguji manfaat janji, kemudian lihat apakah ada hubungan atau tidak. Pemeriksaan sebelumnya masalah sektor publik dan manfaat dapat menunjukkan bahwa ada hubungan besar antara dua dan menunjukkan bahwa keberhasilan untuk penerapan mengarah untuk memecahkan sebagian besar, jika tidak semua, masalah sektor publik. Hal ini menunjukkan bahwa setiap masalah sektor publik menghadapi pertandingan.Sebagai contoh, biaya operasi meningkatkan produktivitas dan mengurangi manfaat penting. Penurunan produktivitas dan biaya operasi meningkat, di sisi lain, merupakan masalah serius yang dihadapi organisasi publik.











Source

1.catatan manajemen umum 8 oktober 2010
2.episentrum.com/search/manajemen%20tradisional
3. www.jevuska.com/topic/pengertian+manajemen+tradisional

Minggu, 31 Oktober 2010

tugas mnajemen umum

http//Studentsite.gunadarma.ac.id

Studentsite adlah sebuah feature/situs yang dimilikiuniversitas gunadarma yang diperuntukan untuk mahasiswanya. Fitur ini berguna untuk mempublikasikan pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh badan-badan organisasi yang ada dalam universitas gunadarma, feature ini juga dapat digunakan untuk melihat rangkuman nilai-nilai yang diperoleh maha siswa selama masa perkuliahan.

Kelebihan dari feature ini adalah dapat mempermuda mahasiswa untuk mencari informasi-informasi terbaru yang dikeluarkan oleh pihak kampus, kapanpun dan dimanapun.

Kekurangannya hanya lah terkadng situs ini sulit untuk dibuka oleh mahasiswa.